Nama Kelompok:
1. Dewantoro Sugiharto
2. M. Hasan Akbar
3. Hironimus Jo
4. Abdurrahman Nafiz
5. Ahmad Heri Effendi
Minority Report
1. Teknologi yang ada di film
Di tahun 2002 kemarin, sebuah film
fiksi yang dibintangi oleh Tom Cruise berjudul Minority Report menjadi salah
satu film yang dikagumi banyak orang karena imajinasi akan teknologi yang
ditampilkan dalam film tersebut sangat canggih sekali.
Mulai
dari kendaraan sampai dengan komputer yang pengguna tidak perlu menyentuh layar
perangkat elektroniknya dalam mengoperasikannya.
Satu
dekade berselang, kini teknologi komputer dengan layar transparan dan dioperasikan
dengan menggunakan gesture atau gerak tangan tersebut sudah menjadi nyata.
Tidak perlu jauh-jauh, sekarang sudah banyak perangkat elektronik yang dioperasikan dengan menggunakan gesture tangan beredar di pasaran. Contohnya saja Samsung SmartTV, Kinnect pada Xbox 360 milik Microsoft dan masih ada beberapa lagi lainnya.
Tidak perlu jauh-jauh, sekarang sudah banyak perangkat elektronik yang dioperasikan dengan menggunakan gesture tangan beredar di pasaran. Contohnya saja Samsung SmartTV, Kinnect pada Xbox 360 milik Microsoft dan masih ada beberapa lagi lainnya.
Walaupun
perangkat-perangkat yang dilengkapi dengan teknologi gesture tangan tersebut
masih belum terintegrasi dengan media transparan, namun secara perlahan sudah
ada pengembangan teknologi ke arah sana.
2. Teknologi di jaman sekarang
1. Smart TV adalah langkah logis berikutnya dalam teknologi televisi,
karena menggabungkan komputer dan akses Internet dengan layar kualitas tinggi.
Smart TV memungkinkan pemirsa mengecek YouTube*, Facebook*, dan site populer
lainnya sambil menonton TV.
Pada intinya, smart TV membawa
Internet masuk ke ruang duduk. Saat teknologi meningkat, banyak perangkat ini
menjadi mampu berlaku sebagai komputer standar saat web browsing dan bahkan
video internet.
Kecanggihannya antara lain:
Kualitas Video. Perlu dicatat bahwa istilah "smart TV" tidak
berkenaan dengan kualitas gambar televisi yang sebenarnya. Ada HDTV dan 3D TV
yang dapat disebut smart TV karena perangkat tersebut pintar dan hanya perlu konektivitas
internet, selain secara ideal, CPU yang baik serta mampu menjalankan browser
dengan fitur lengkap dan banyak aplikasi yang tersedia di sistem smart TV
modern. Smart TV terhubung ke Internet rumah via WiFi, biasanya memungkinkan
browsing sangat cepat dan bahkan menonton video.
Karena prosesor menjadi semakin
kecil dan lebih kuat, smart TV telah mendapatkan puluhan fitur dan secara
bertahap telah menjadi lebih terjangkau.
App dan Browser. Smart TV modern dari perusahaan seperti Panasonic* dan Sony*
memiliki dua kelebihan utama dibandingkan DVR dan set-top box. Banyak set baru
benar-benar memiliki browser lengkap, yang berarti konten yang tidak terbatas.
Karena website video streaming
seperti Netflix* dan Hulu* menjadi semakin populer, kemampuan Internet penuh
pada televisi dapat lebih berharga daripada kabel atau parabola. Ada begitu
banyak konten video yang tersedia online dan smart TV dengan cepat menjadi cara
yang bagus untuk mengakses konten semacam itu.
Kendali yang Tepat. Ketika smart TV pertama kali keluar, kendalinya sangat
kurang dari yang diharapkan. Bagaimanapun juga, sulit untuk mengetik alamat web
pada remote control standar.
Smart TV terbaik yang baru memiliki
remote yang didesain untuk pengguna komputer modern. Beberapa malah memiliki
layar sentuh yang membuat mengetik menjadi lebih mudah dan juga memungkinkan
untuk gaming yang lebih baik serta browsing. Lainnya memiliki keyboard standar,
yang masih lebih baik dari remote numerik. Saat smart TV baru diperkenalkan
melalui beberapa tahun mendatang, fitur browsing internet akan menjadi lebih
kuat. Harga juga turun cukup jauh dan akan terus menurun saat teknologi menjadi
lebih umum. Mengingat jumlah besar konten baru yang tersedia pada smart TV,
perangkat ini menguntungkan untuk dibeli dan merupakan tambahan yang bagus
untuk ruang duduk setiap rumah.
Teknologi 3D SG (konventional)
menyajikan gambar 3D dengan cara sinkronisasi kacamata pengatur cahaya (Shutter
Glass) dan gambar 3D melalui transmisi nirkabel.
2. G-Speak:
Bahkan tidak
hanya itu saja, apabila dalam film Minority Report terdapat adegan di mana
seseorang dapat bertatap muka layaknya Video Call menggunakan perangkat yang
dioperasikan dengan gesture tangan serta layar transparan, pada tahun 2008
kemarin, sebuah perusahaan bernama Oblong Industries telah mengembangkan
software khusus yang dapat juga miliki kemampuan tersebut bernama G-Speak.
G-Speak sendiri adalah sebuah sistem baru yang menggunakan Spatial Operating Environment (SEO). Dengan menggunakan SEO, maka seseorang dapat menggabungkan teknologi input berbasis gesture dengan jaringan internet.
G-Speak sendiri adalah sebuah sistem baru yang menggunakan Spatial Operating Environment (SEO). Dengan menggunakan SEO, maka seseorang dapat menggabungkan teknologi input berbasis gesture dengan jaringan internet.
Bahkan
sekarang ini, teknologi-teknologi serupa juga mulai banyak dikembangkan,
seperti contohnya, SoftKinetic, Kinect 2, Android Kinect Projector Interface,
DisplAir, Media Glass sampai dengan Air Gesture milik Samsung.
Tentunya bukan menjadi satu hal yang tidak masuk akal apabila semuanya dapat dikembangkan oleh manusia. Bahkan ada ungkapan bahwa sebenarnya film-film sains fiksi itu adalah gambaran atau cerminan teknologi yang akan dijumpai manusia di masa mendatang.
Tentunya bukan menjadi satu hal yang tidak masuk akal apabila semuanya dapat dikembangkan oleh manusia. Bahkan ada ungkapan bahwa sebenarnya film-film sains fiksi itu adalah gambaran atau cerminan teknologi yang akan dijumpai manusia di masa mendatang.
Referensi:
http://beforeyoubuypc.intel.co.id
http://breaktime.co.id
http://beforeyoubuypc.intel.co.id
http://breaktime.co.id














