Tutor: Cholis, Kabul dan Iman
Created by: Dewantoro Sugiharto(15202118)
1. Marketing Offline berupa:
a. Membutuhkan kehadiran fisik dari seseorang yang berperan sebagai sales dari produsen sebuah produk atau media fisik untuk publikasi.
b. Sales mempresentasikan atau menawarkan secara langsung produk yang dijual kepada calon konsumen;
c. Perlu melakukan perjalanan dari satu tempat ke tempat lain untuk menawar produk.
d. Menggunakan media cetak atau pemasangan iklan, dll
Marketing Offline dan Offline
1. Marketing Offline berupa:
a. Membutuhkan kehadiran fisik dari seseorang yang berperan sebagai sales dari produsen sebuah produk atau media fisik untuk publikasi.
b. Sales mempresentasikan atau menawarkan secara langsung produk yang dijual kepada calon konsumen;
c. Perlu melakukan perjalanan dari satu tempat ke tempat lain untuk menawar produk.
d. Menggunakan media cetak atau pemasangan iklan, dll

2. Marketing Online berupa:
a. Kehadiran fisik sales tidak diperlukan
b. Calon pelanggan mendatangi produsen secara tidak langsung melalui situs web produsen atau situs lainnya yang berhubungan;
c. Produsen atau sales representative tidak perlu melakukan perjalanan.

Kenapa yg efektif pake marketing online?
1. Biaya lebih murah
2. Jangkauan lebih luas
3. Buka 24 jam
Survei
pengguna internet di indonesia.
Survei
yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia (APJII)
mengungkap bahwa lebih dari setengah penduduk Indonesia kini telah terhubung ke
internet.
Survei yang dilakukan sepanjang 2016 itu menemukan bahwa 132,7 juta orang Indonesia telah terhubung ke internet. Adapun total penduduk Indonesia sendiri sebanyak 256,2 juta orang.
Hal ini mengindikasikan kenaikan 51,8 persen dibandingkan jumlah pengguna internet pada 2014 lalu. Survei yang dilakukan APJII pada 2014 hanya ada 88 juta pengguna internet.
“Penyebabnya adalah perkembangan infrastruktur dan mudahnya mendapatkan smartphone atau perangkat genggam," terang Ketua APJII Jamalul Izza saat ditemui KompasTekno di sela pengumuman Riset Pengguna Internet Indonesia 2016, di Jakarta, Senin (24/10/2016).
Survei yang dilakukan sepanjang 2016 itu menemukan bahwa 132,7 juta orang Indonesia telah terhubung ke internet. Adapun total penduduk Indonesia sendiri sebanyak 256,2 juta orang.
Hal ini mengindikasikan kenaikan 51,8 persen dibandingkan jumlah pengguna internet pada 2014 lalu. Survei yang dilakukan APJII pada 2014 hanya ada 88 juta pengguna internet.
“Penyebabnya adalah perkembangan infrastruktur dan mudahnya mendapatkan smartphone atau perangkat genggam," terang Ketua APJII Jamalul Izza saat ditemui KompasTekno di sela pengumuman Riset Pengguna Internet Indonesia 2016, di Jakarta, Senin (24/10/2016).
Jenis-jenis
media marketing online:
Secara
luas internet marketing dibagi dalam kedalam beberapa kategori, dengan
mengetahui jenis-jenis internet marketing pemasaran pun diharapkan dapat
dilakukan secara maksimal dan optimal. Untuk lebih jelasnya berikut ini adalah
jenis-jenis dari internet marketing yaitu :
- Pemasangan Iklan
Meningkatkan produksi perusahaan
juga dapat dilakukan dengan cara memasang iklan secara tidak langsung, yaitu
dengan cara menampilkan iklan pada web atau blog pihak ketiga untuk selanjutnya
akan diarahkan ke web perusahaan yang bersangkutan.
- Social Media Marketing
Social Media Marketing adalah proses pemasaran yang
memanfaatkan lalu lintas didalam sosial media web seperti twitter, facebook,
instragram atau media sosial lainnya.
- Refferal Marketing
Refferal Marketing atau yang juga dikenal dengan
proses pemasaran dari mulut ke mulut ni merupakan sebuah metode untuk
mempromosikan sebuah produk maupun jasa kepada konsumen baru dengan cara
memberikan referensi.
- Email Marketing
Pemasaran ini memanfaatkan media
surat elektronik dalam mempromosikan produk atau jasa. Pihak perusahaan akan
melakukan pemasaran secara langsung dengan cara mengirimkan pesan yang
ditujukan ke alamat email pelanggan.
5 Hal penting dalam Marketing Media Sosial:
1. Orang tau siapa Anda
2. Orang tau Anda menjual apa
3. Oarang percaya pada Anda karena memiliki nilai positif.
4. Orang puas dengan Anda.
5. Orang bertransaksi dengan anda dan merekomendasikan ke
orang lain
Catatan: Perlu diingat, Setiap media
online mempunyai cara yang berbeda pada setiap pengaplikasiannya.
Pengertian SEO?
Search Engine Optimization
(SEO) adalah sebuah proses untuk mempengaruhi tingkat keterlihatan
(visibilitas) sebuah situs web atau sebuah halaman web di hasil pencarian alami (sering disebut juga dengan pencarian tak-berbayar, pencarian non-iklan, atau pencarian organik) dari sebuah mesin pencari.”
“melakukan proses berupa aktifitas tertentu terhadap situs web atau halaman web Anda agar ketika para pengguna internet mencari sesuatu yang berhubungan dengan isi dari situs web atau halaman web kita itu, situs web atau halaman Anda tersebut ditampilkan di halaman 1 daftar hasil pencarian alami/tak-berbayar/non-iklan/organik”.
Manfaat dan keuntungan SEO bagi sebuah bisnis:
- Mendatangkan trafik potensial ke website.
- Meningkatkan penjualan.
- Meningkatkan daya saing.
- Meningkatkan Brand Awareness bisnis Anda.
- Mendapatkan data customer Anda dengan gratis.
Macam-macam SEO :
a. SEO organik
SEO organik adalah proses yang tumbuh dan berkembang. Dimulai dari
sebuah situs web yang baru Anda daftarkan domain dan hostingnya. Situs yang
tidak populer, tidak memiliki posisi apapun di hasil pencarian internet. Tapi
jika situs web tersebut dioptimisasi dengan baik, maka situs web itu akan
berkembang semakin besar, populer, memiliki posisi bagus di hasil pencarian,
dan memenuhi objektif pemilik situs.
b. SEO
non-organik
Setelah memahami apa itu SEO dan non-SEO, maka Anda mengetahui bahwa tidak
ada yang namanya “SEO non-organik” karena SEO itu sendiri adalah proses
alami/organik maka hasil proses men-SEO-kan sebuah situs web adalah berupa
hasil pencarian organik. Hasil pencarian non-organik yang muncul di bagian atas
atau samping kanan halaman pertama Google adalah karena optimisasi non-SEO
(iklan berbayar), bukan optimisasi mesin pencari (SEO).Jika SEO selalu organik (SEO = organik), maka non-organik pastilah non-SEO (non-organik = non-SEO)
Sehingga tidak ada “SEO non-organik”.
Penerapan SEO:
Ada banyak cara yang dipakai para SEO dalam melakukan
aktifitas SEO. Misalnya ada yang melakukan analisa dan riset kata kunci,
melakukan optimisasi domain, melakukan optimisasi kata kunci, optimisasi
halaman, dan optimisasi luar-situs. Banyak para SEO yang sukses dengan cara
standar ini jika dilakukan dengan teliti.
Adapun
fase-fase dalam penerapan proyek “SEO” adalah sebagai berikut:
- Inisiasi
- Perencanaan
- Pengerjaan
- Pemantauan dan Pengendalian
- Penutupan
Jenis-jenis optimasi SEO:
Secara umum, ada dua jenis optimisasi pada SEO. Yang
pertama adalah Optimisasi Halaman atau Optimisasi Di-Halaman (SEO
On-Page) dan yang kedua adalah Optimisasi Di Luar-Situs (SEO
Off-Site).
1. SEO On page
Optimisasi Halaman (SEO On-Page) adalah proses di mana Anda
melakukan perubahan di halaman web Anda agar halaman tersebut menurut mesin
pencari menjadi relevan dengan kata kunci yang dicari oleh pengguna di
internet. SEO On-Page ini termasuk kategori Optimisasi SEO Tingkat Dasar.
2. SEO Off page
Optimisasi Luar-Situs (SEO Off-page) adalah proses di mana Anda
melakukan peningkatan nilai (popularitas) pada faktor-faktor di luar situs
Anda yang mempengaruhi peringkat halaman web Anda sesuai kata kunci yang
Anda bidik.









0 komentar:
Posting Komentar